Alunan Cerita Sang Singgasana

Azan shubuh mulai berkumandang
Awal cerita pagi masuk berlahan memenuhi sungai kehidupan
Mengalir mengikuti derasnya air wudhu menyirami tandusnya qalbu
Sejenak terdiam akan dosa yang lalu membeku
Menitihkan air mata mencari jalan lurusnya

Embun pagi begitu lebat menyelimuti hari itu
Pandangan mata hanya mampu menembus titik cahaya rumah-rumah bahagia disana
Tampak jauh rumah ini terlihat remang tak mampu memberikan penerangan
Mungkin begitu banyak debu yang menempel namun begitu samar

Langkah kecilpun mulai menampakkan wajahnya
Hilir mudik jejak telapak kaki menandai kokok ayam pagi telah berakhir
Pesona matahari berkilau dari balik timur bumi
Suara alam ramai mengawali terangnya impian mereka disana
Peri-peri kecil dengan semangat menata harapan dihari esok
Membawa senyum dan tekad menujuh rumah jati dirinya

Matahari itupun telah berdiri dipuncak singgasananya
Merekapun berhenti sejenak untuk mengambil langkah baru
Ibu-ibu peri sibuk merapikan syurga kecil untuk sang kehidupan
Ada yang duduk diatas permadani dengan alunan hawa alam
Ada yang duduk dengan gusar diatas bongkahan es
Keringat hari itu seperti pertemuan dua suasana bumi
Nada suka dan duka tak pernah dibuat akur olehnya

Setelah percakapan dengan tuhan berakhir sejenak
waktu kemudian memaksa mereka untuk kembali mengarungi hari
Merangkai tujuan di sore hari, esok, dan selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s