Online Campaign: Apa itu RSS??

Apa itu RSSSebenarnya sudah lama mengetahui rss. Namun ketika ditanya salah satu temen, bingung jelasin apa itu RSS, karena tahunya RSS ya RSS dan RSS ya RSS. Pusing kan, jangankan temen saya, sayapun pusing ngejelasinnya. Akhirnya, daripada tidak tahu selamanya, balik dari kantor langsung mojok di depan laptop, Googling apa itu RSS. Hualla, cuma butuh beberapa menit, dan akhirnya bisa bilang “Ohhhh gitu RSS”.  Nah, karena udah tahu, sudah sepantasnya saya bagi pengetahuan itu di Blog tercinta ini (…MaHoo).

RSS yaitu Really Simple Syndication. Sindikat konten-konten dari website, simplenya di halaman RSS akan tampil semua konten-konten sama dengan yang ada diwebite,namun konten yang ada di RSS hanya sekedar daftar dan merupakan umpan balik ke situs itu sendiri…jadi ketika membuka konten yang ada di RSS, maka akan otomatis mengarah ke konten yang ada di website.

Masih bingung?? nah…biar lebih gampang lagi, saya coba analogikan dengan butik baju. Kalian pasti sudah tahu bahwa butik baju memiliki banyak produk yang ditawarkan. Dari baju gamis, gaun, dan lain-lain (minim ilmu mengenai butik, jadi ditulis dan lain-lain,yang penting kalian ngerti lah). Nah untuk memasarkan ke tempat lain, biasanya pengusaha tersebut atau pegawai marketingnya pasti membawa katalog sebagai alat bantu agar pelanggan dapat dengan mudah mengetahui apa aja yang dijual oleh butik tersebut. Nah..katalog disini sama fungsinya dengan RSS bagi website sebagai alat bantu si empunya website mempublish konten websitenya dengan para netizen (Sebutan masyarkat internet). Dengan adanya RSS,  developer terbantu untuk lebih dekat dengan pembaca setianya. Dan untuk netizen, terbantu untuk dapat mengikuti konten-konten terbaru dari website tersebut lebih cepat dan lebih khusus dan tidak bakalan tercampur dengan konten-konten dari website lain seperti halnya kita mencari suatu info di search engine.

Lalu kita juga sering mendengar tentang feed. Hoho, jangan bingung, feed adalah kategori umum dari RSS.  That’s why, RSS sering dibilang RSS Feed.

Nah… ada lagi istilah yang sering muncul ketika bersenggolan dengan RSS, yaitu Subscriber. Nah loh  apaan tu. tenang, jangan bingung, subscriber itu adalah sebutan bagi netizen yang berlangganan RSS terhadap website tertentu. Inilah kelebihan RSS, setiap pembaca dapat subscribe terhadap RSS suatu website dengan cara memilih tomboh subscribe pada halaman RSS dan memasukkan alamat email. Dan nantinya, setiap ada konten terbaru, Subscriber akan dapat notifikasi mengenai konten tersebut.

Sudah cukup mengerti sampai saat ini?.. ya garis besarnya seperti itu mengenai RSS. Sekarang pertanyaan buat developer, sudah tahukah anda bagaimana memasang RSS di website. Kalau ngembangin websitenya gunain CMS yang udah ada sih gampang seperti wordpress, biasanya RSS dah disediain dan otomatis terupdate ketika ada konten baru. Beda kalu developer yang ngembangin sendiri websitenya, dia harus manual mengupdate rss untuk setiap konten baru. Oke..Saya ulang lagi pertanyaanya buat developer, sudah tahukah anda bagaimana memasang RSS di website??… Hoho.. saya yakin sebagian besar dari kalian sudah pada tahu. Namun, banyak pemula tidak tahu mengenai hal (termasuk saya).Maka dari itu, saya coba tampilkan Coding yang harus ada  diwebsite untuk membuat RSS. Berikut codingnya:

<rss version="2.0">
<channel>
<title>Some dummy title</title>
<link>http://www.domainkamu.com</link&gt;
<description>blablabla</description>

<item>

<title>some dummy item title</title>

<link>http://www.domainkamu.com/artikel1.html</link&gt;

<description>blablabla</description>

</item>

</channel>
</rss>

Untuk permulaan, tentuin dulu versi RSS yang mana yang mau digunakan. Aakah versi (0.9x, 1.0, 2.0).Kemudian, tentukan channel yang mana kamu mau buat RSSnya. Apakah seluruh konten yang ada pada website atau tertentu saja misalnya kategori tertentu.  Lalu beri title pada channel tersebut dan Deskripsinya. Setelah itu, masuk ke bagian item, sama seperti channel, buat titlenya dan link yang item yang akan ditempilkan di RSS  tersebut. Selanjutnya tutup semua syntag seperti yang kalian lihat diatas. Setelah selesai,simpan coding tersebut dengan nama RSS.XML atau Feed.xml. Lalu upload ke server ke directory public html. Done, halaman RSS sudah bisa diakses dengan link http://www.namadomain.com/feed.xml atau http://www.namadomain.com/rss.xml.

Nah itu tadi kalau kalian mau membuatnya sendiri. Namun ada cara lain yang lebih gampang dalam membuat RSS. Kalian bisa merelokasinya ke pihak ketiga. Disini saya lebih merekomendasi ke FeedBurner. Saya sudah menggunakannya dari tahun 2008, jadi lebih akrab kesitu. Apalagi disitu sudah ada Analyticnya, jadi kita bisa lihat data statistic subscriber website kita.

Nah…itu dulu yang bisa saya bagi mengenai RSS. Disini saya sangat berterima kasih dengan Mas Pandu Truhandito, karena telah memberikan informasi RSS cukup lengkap dan mudah dipahami.

Seperti biasa, buat kalian yang memiliki masukkan tentang RSS, bisa beri komentar dibawah. Jadi kita bisa saling sharing.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s