Sebelum Berbisnis, Kenali Dirimu Terlebih Dahulu

image

Ada banyak orang memulai bisnis tapi kemudian sering mengalami kegagalan yang seharusnya bisa diminimalisir sebelumnya karena hanya mereka belum begitu mengenali dirinya sendiri. Masalah ini sering kali tidak begitu terdeteksi diawal atau juga tidak masuk ke dalam poin penting sebelum berbisnis. Mereka lebih fokus ke analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) terhadap bisnisnya saja. Ya, inipun sering terjadi juga pada diri saya sendiri. Ada beberapa kali saya memulai bisnis, akhirnya gagal. Lalu apa yang harus dilakukan?.

Menurut saya, sebenarnya sama saja seperti memulai bisnis, dimana kita menuliskan analisa SWOT. Kitapun dapat melakukannya kepada diri kita sendiri dengan menuliskan apa saja kekuatan pada diri kita. Buat semua list yang kita anggap itu sudah mempresentasikan apa kelebihan kamu yang bisa dieksplor lebih lanjut. Dengan ini kita bisa menyadari sejauh mana kemampuan kita yang sering kali mungkin terlewatkan dan kita sendiri tidak menyadari. Kemudian lakukan pula analisa semua apa saja yang menjadi kelemahan kita. Dengan mengenali daftar kelemahan, kita dapat mengenal lebih jauh lagi tentang diri kita sendiri dan kemudian bisa dicari solusinya yang mungkin bisa menghilangkan kelemahan tersebut atau juga meminimalisir. Sehingga nanti ketika memulai bisnis, kita mudah mengambil keputusan apa saja yang menjadi hambatan dikarenakan kelemahan itu. Dan jika kedua hal tersebut sudah bisa dianalisa, maka kita bisa masuk ketahap selanjutnya yaitu menuliskan apa saja yang bisa kita jadikan sebagai kesempatan yang bisa kita manfaatkan lebih ketika berbisnis. Sebagai contoh dalam daftar kekuatan, ada kekuatan kita yaitu jago negosiasi. Berarti jelas, bernegosiasi dengan prospek atau juga partner bisnis tidak akan menjadi persoalan terbesar ketika memulai bisnis nanti dan ini membuat diri kita yakin bisnis akan running lancar. Kemudian di daftar list kelemahan, kita tuliskan bahwa kita tidak pandai mengatur keuangan alias tidak mengerti akutansi. Nah, dengan kita menyadari hal ini, perlu kita carikan solusinya dengan cara mulai belajar akutansi secara otodidak atau ikut pelatihan. Jika itu masih menjadi kendala, kita harus pertimbangkan untuk hire seorang akuntan untuk mendukung proses bisnis. Selanjutnya dengan kita menyadari kekuatan dan kelemahan kita, akan mudah bagi kita untuk menyadari apa ancaman terbesar yang akan menghambat bisnis kita. Sebagai contoh dalam daftar kelemahan bahwa kita memiliki sifat mudah bosan, ini bisa saja menjadi ancaman ketika nanti bisnis running. Kita bisa saja merasa bosan karena pekerjaannya begitu-begitu saja atau juga terlalu jenuh dengan aktifitas yang rutin yang bisa saja dihadapi di kemudian hari. Ini tentu akan sangat menghambat apalagi kita adalah main player. Karena itu, dengan menulis daftar ancaman, kita bisa mendeteksi dari awal permasalahan apa saja yang mungkin akan terjadi nanti dan memikirkan solusinya. Sebagai contoh, kita bisa mulai melakukan pendelegasian beberapa tugas kepada tim sehingga nanti ketika ada kalanya kita jenuh, tidak menghambat roda bisnis. Dan kita bisa mencari solusi dengan mudah untuk menghilangkan kejenuhan.

Nah, jika kita sudah melakukan semuanya, akan lebih gampang sekali kita menjalankan bisnis nanti. Ini tidak hanya berlaku untuk bisnis saja, sebenarnya ini juga bisa diterapkan di kehidupan kita. Jika saja kita menyadari semua hal tentang kita sendiri, akan mudah bagi kita untuk menjalani kehidupan.

Jadi kalau mau sukses, kenalilah terlebih dahulu siapa kita sebenarnya.

Best regards
@mirfagahiqbal

Posted via wordpress mobile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s