Tabungan Investasi Masa Depan Di Pasar Saham Part 2

Tabungan Investasi Masa Depan Di Pasar Saham Part 2
Tabungan Investasi Masa Depan Di Pasar Saham Part 2

Lanjut dari pembahasan sebelumnya “Tabungan Investasi Masa Depan Di Pasar Saham Part 1“, kali ini saya akan coba membahas apa såja syarat sebuah perusahaan dikatakan  bagus dan layak dipertimbangkan untuk dibeli sahamnya. Perusahaan dikatakan bagus jika laporan keuangannya menunjukkan hal berikut:

1. Perusahaannya bertumbuh

Dikatakan tumbuh jika ekuitas/aset serta nilai laba bersi yang dimiliki perusahaan tersebut mengalami kenaikan dari periode sebelumnya. Sebagai contoh bisa kita lihat laporan keuangan PT. Pakuwon Jati Tbk berikut:

Laporan Keuangan Pakuwon Djati Tbk
Laporan Keuangan Pakuwon Jati Tbk

Bisa kita lihat total aset dan ekuitas mengalami kenaikan setiap tahunnya.

2. Perusahaannya menguntungkan

Artinya perusahaan bisa menghasilkan keuntungan bersih lebih besar dibandingkan dengan total ekuitas   yang dimiliki perusahaan tersebut. Kalau di laporan keuangan, hal ini disebut return on equity tau ROE. Semakin besar ROE, semakin besar keuntungan yang didapat. Bisa kita lihat di atas, ROE dari Pakuwon Jati relatif baik mengingat pasar properti memang mengalami masa recovery setelah hantaman di tahun 2015.

Return on Equity Formula
Return on Equity Formula

3. Perusahaan tidak memiliki utang terlalu besar. 

Artinya dalam menjalankan usaha, perusahaan tersebut tidak memiliki utang yang sangat besar sebagai tambahan modal kerja. Jika kita perhatikan di laporan keuangan Pakuwon Jati, terlihat debt/equity ratio (DER)   tinggi, 0.8. Artinya jumlah hutang sama dengan 0.8 kali  dari total ekuitas. Untuk industri properti, angka ini relatif masih bagus, mengingat ketika perusahaan membeli bahan baku bangunan, maka hal tersebut akan dimasukkan ke dalam hutang karena baru akan dibayar nanti ketika menerima pembayaran dari pembeli properti.

Debt to Equity Ratio
Debt to Equity Ratio

ke-tiga poin di atas yang biasanya saya lihat ketika membaca laporan keuangan, jika salah dua tidak masuk kriteria, maka biasanya akan saya lewati dan fokus membaca laporan keuangan perusahaan berikutnya.  Jika cuma salah satu saja, maka perlu dianalisa lagi kenapa hal itu bermasalah, sehingga saya bisa mendapatkan analisa yang lengkap untuk dipertimbangkan beli atau tidak.

Nah, bagaimana jika ada perusahaan yang PER (minus) dan PBV (dibawah 1 kali) nya sangat rendah dengan keadaan perusahaan lagi merugi, sehingga membuat saham perusahaan tersebut bisa dikatakan kemurahan alias tidak sesuai dengan harga sebenarnya? well..saya akan membahasnya di artikel selanjutnya.  Bagi yang belum baca part 1, silahkan buka artikel berikut Tabungan Investasi Masa Depan Di Pasar Saham Part 1.

 

 

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.