Marketing: Teknik Marketing dengan Pemberian Experience Taste Pada Kostumer

Pengalaman ketika mengadakan pameran usaha di salah satu mall di Palembang membuat saya mengerti akan arti Experience Award kepada kostumer. Pada awal pameran, saya tidak menggunakan teknik marketing sama sekali sebagai cara untuk menganalisis ketertarikan masyarakat akan sebuah unique offer dari sebuah service product (kebetulan usaha saya dibidang IT Service). Hasilnya sudah bisa ditebak, masyarakat sepertinya kurang begitu interest akan product yang ditawarkan.

Kemudian saya mulai menganilis terhadap usaha lain yang ikut pameran, waktu itu ada 2 usaha yang saya perhatikan. Pertama, usaha Fotograpi, cukup menarik yang mereka tawarkan yaitu pemberian voucher gratis tetapi teknik itupun kurang begitu menarik masyarakat. Kemudia usaha kedua yaitu penjualan program akuntansi. Sebenarnya usaha ini memiliki peluang untuk dapat dilirik oleh masyarakat tetapi sayangnya si pemilik usaha tidak melakukan teknik marketing sama sekali, ya hasilnya sudah bisa ditebak, stan sepi pengunjung.

Melihat itu semua, saya mulai berfikir. Sebenarnya usaha-usaha mereka memiliki peluang yang sangat bagus untuk dilirik oleh konsumen bahkan bisa jadi mereka akan mendapatkan response yang bagus dari kostumer untuk berkerjasama ataupun melakukan pembelian jasa tetapi kesalah dari mereka adalah mereka tidak dapat melihat ceruk expectation dari masyarakat akan kebutuhan yang ada pada kelebihan bisnis mereka sendiri, salah satunya mereka tidak memberikan rasa pengalaman kepada kostumer yang ada pada bisnisnya tersebut.

Hal ini telah saya buktikan ketika saya mendapatkan jadwal dihari selanjutnya untuk mempromosikan product dari usaha saya. Kalau dihari pertama saya tidak melakukan strategy marketing apapun, kini saya mencoba untuk memberikan nilai lebih dari product yang saya akan sampaikan. Saya mencoba untuk memberikan pengalaman yang istimewa buat kebutuhan mereka. Karena usaha saya dibidang IT, maka rasa pengalaman yang saya berikan pun menyangku IT juga. Waktu itu saya memberikan training gratis pembuatan blog sekalian teknik dasar internet marketing ditambah konsultasi marketing (sejauh pengetahuan saya) kepada pengunjung dan sesudahnya sebagai closing, baru saya menawarkan Product IT pada mereka.  Dan hasilnya sungguh luar biasa, banyak dari mereka mau menjalin kerjasama dengan saya dan bahkan ada beberapa dari mereka mau ber investasi untuk menciptakan bisnis baru.

Lalu ada apa dengan Expeience Taste hingga bisa begitu ampuh. Ada beberapa hal yang bisa saya dapat pelajaran yaitu Ketika kita memberikan suatu pengalaman kepada kostumer, disitu kita akan semakin dekat dengan kostumer dan mengerti akan kebutuhan mereka sebenarnya. Dengan adanya interaksi sharing ilmu dengan mereka, belum lagi ditambah cara kita meng open mind mereka, ini merupakan tahap pembangunan trust diantara kita dan mereka sehingga akhirnya informasi-informasi yang kita sampaikan dapat diterima dengan antusias dan tidak ada satupun informasi yang terlewatkan. Apalagi ketika itu, kita melakukannya layaknya obrolan santai sesama sahabat karib, tentu hal ini menambah nilai plus terhadap usaha marketing yang sedang dijalankan. dan akhirnya ketika kita menjelaskan usaha  kita, mereka dapat menerimanya dengan senang. Kalau sudah begitu, tinggal keep in touch aja.

Lalu bagaimana seharusnya  ke 2 usaha tadi lakukan agar dapat menarik minat kostumer. Okey, satu-satu dulu yah. Usaha fotograpi seharunya memberikan layanan yang memberikan rasa pengalaman tinggi buat kostumer, salah satunya bisa dengan memberikan pembelajaran teknik dasar editing foto mereka sendiri yang nantinya hasilnya dicetak dalam bentuk mini foto misalnya ukuran foto untuk dompet. Tentunya ini tidak begitu merugikan, karena paling bantir untuk setiap fotonya cuma mengeluarkan dana Rp1000, itu tidak sebanding dengan hasil yang akan didapat setelahnya. Lalu untuk usaha ke 2, usaha penjualan program akuntansi bisa melakukan konsultasi gratis tentang meningkatkan efisiensi kerja dengan pemanfaatan sistem informasi.   Tentunya hal ini dapat berguna bagi para pengusaha-pengusaha untuk memajukan usahanya, belum lagi cara penyampaiannya yang ringan dan mudah dimengerti.

16 Comments

  1. wah…bagus nih artikelnya bisa nambah wawasan…BTW kalo tidak keberatan bisa mampir ke blog saya,sapa tau bisa sharing soal bisnis dan marketing

  2. Conversation…. gaya marketing sekarang… Menarik, Bro… Jadi ada timbal balik, bukan satu arah dari kita ke pembeli…

  3. Bener…sekarang marketing lebih dari pendekatan secara natural…Costumer ya sahabat kita dan perlu diperlakukan sebagai mana sahabat…Caring dan Sharing menjadi hal yang wajib dilakukan agar jalinan persahabatan ke dua arah berjala..

    Sekarang, pola marketing yang dianut selama ni sudah berputar haluan ketika Costumer semakin pintar dan media semakin banyak…klu kemaren2 orang banyak membicarakan kata “branding”, tp skrng mulai digeser dengan kata yang lebih tepat untuk itu yaitu “Building Good Character”….klu kemaren2 bny orang membicarakn tentang “Service”, tapi sekarang service tidak tepat lg digunakan melainkan “Caring”…

  4. wah..wah…posting yang membangun mas…merubah cara pandang saya.. nah kebetulan nih mindset ini cocok dng situasi saya sekarang yang lagi merintis usaha produksi lampu led mobil dan rumah tangga… mungkin ilmunya bisa di terapkan untk usaha saya matur nuwun mas… salam kenal

  5. Wah ,……
    terimakasih banyak infonya,
    kadang kita inggin menyampaikan pesan , dengan memaksa konsumen untuk simpatik terhadap prodack ita,

    tapi jika kita adakan diskusi maka komunikasi dan keakrapan akanterjali,
    kita tunggu teknik-teknik yang lain mas,….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s