Penjualan Coffee Shop Meroket Dengan Strategi Facebook Ads

Strategi Facebook Ads untuk coffee shop

Bukan rahasia jika Facebook dan Instagram sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis secara online. Wajar saja, dari 143 juta pengguna internet, 80%nya mengakses kedua social media tersebut. Setiap 5 menit mereka akses internet, 1 menitnya pasti membuka Facebook atau Instagram (research emarketer). Perkembangan ini juga tak lepas dari pengguna smartphone yang setiap tahunnya naik pesat serta akses internet yang semakin cepat, terjangkau, dan ada dimana-mana. Karena itulah, banyak brand-brand besar berbondong-bondong memanfaatkan media ini untuk memperluas cangkupan pemasarannya.

Dari data di atas, ada 3 key points yang perlu dipahami, yaitu “Internet, Mobile, dan Social Media (Facebook & Instagram)”. Jika berhasil memanfaatkan ketiga hal tersebut untuk memajukan bisnis, dampaknya akan sangat powerful, tentunya omzet penjualan, loyalty dari pelanggan, dan pertumbuhan bisnis.

Nah, sesuai dengan judul artikel di atas, kali ini saya mau sharing ide sederhana penggunaan Facebook Ads yang diharapkan bisa membantu Anda yang sedang memulai bisnis coffee shop. Sebelumnya list berikut harus dipersiapkan terlebih dahulu.

Strategi Facebook Ads Coffee Shop

Oh iya, pasti ada dari Anda bertanya kenapa saya masukkan aplikasi coffee shop ke dalam list. Jawabnya sederhana, ingin siapapun yang engage dengan coffee shop (tentunya customer) bisa menjadi member yang bisa dimanage dalam suatu aplikasi, sehingga dapat dengan mudah dihubungi kembali jika ada informasi terbaru atau promo atau program khusus untuk loyal customer dan kembali berbelanja ke coffee shop. Dengan adanya fitur push notification & loyalty program di aplikasi, hal tersebut sangat memungkinkan.

Marketing Funnel

Jika semua sudah ada, selanjutnya Anda perlu membuat marketing funnel, yaitu tahap-tahap pendekatan terhadap potential audience, dari pengenalan brand hingga terjadinya penjualan dan menjadi pelanggan setia. Disini ada 4 tahap yang akan dilakukan, yaitu:

Facebook marketing funnel untuk coffee shop
Facebook marketing funnel untuk coffee shop
  1. Awareness. Objective yang mau diraih disini adalah menemukan audience yang tepat. Jika di Facebook ada 1 juta audience yang suka minum kopi, maka kira-kira ada berapa persen dari audience tersebut yang mau engage dengan konten coffee shop Anda.  Mungkin dari 1 juta, ada 200 ribu yang engage. Itu yang Anda perlu cari tahu untuk kemudian data tersebut bisa digunakan di campaign selanjutnya. Disini, konten yang digunakan sifatnya soft selling.
  2. Consideration. Objective-nya adalah konversi audience hasil tahap awareness menjadi member aplikasi. Jika di tahap awareness berhasil mendapatkan 200 ribu audience dari 1 juta pencinta kopi, maka ditahap ini poin-nya adalah bagaimana mengajak mereka untuk mau menjadi member aplikasi. Konten yang digunakan hard selling.
  3. Purchase. Objective-nya adalah bagaimana mereka yang sudah menjadi member, datang ke coffee shop untuk berbelanja. Online to offline.
  4. Build loyalty. Objective-nya bagaimana mereka yang sudah berbelanja mau datang kembali ke coffee shop dan loyalty terbentuk.

Strategi Facebook Ads Coffee Shop
Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, saya akan beri 1 contoh case study (ngarang) bagaimana strategi facebook ads ini berjalan dengan mengikuti marketing funnel di atas. Ceritanya, ada coffee shop bernama “Strada Eateria & Coffee” baru buka perdana di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

Brief dari mereka seperti ini:

  • Target market male/female umur 20 s/d 55 tahun
  • Pencinta kopi dan suka ke coffee shop
  • Promo opening, diskon 20% hanya berlaku bagi member aplikasi.
  • Objective: membangun awareness sekaligus meningkatkan penjualan.

1. Awareness

Karena si coffee shop ini baru buka, maka lebih tepat di tahap awal adalah bagaimana bisa menjaring customer di sekitar lokasi. Karena itu, tepat sekali kalau kita gunakan local awareness dengan radius kurang lebih 10 miles dari lokasi coffee shop. Lalu kita filter berdasarkan umur, gender, status, pekerjaan, dan interest. Baiknya nanti ketika setting iklan, dibuat percobaan minimal 2 – 4 iklan dengan interest yang berbeda. Agar bisa memperoleh perbandingan tipikal audience seperti apa yang lebih engage dengan iklan kita. Di tahap ini, konten yang digunakan bisa video maupun artikel. Jika video, berarti targetnya adalah jumlah views, sedangan artikel targetnya adalah jumlah pembaca. Jika artikel yang digunakan, pastikan website sudah ter-install facebook pixel agar facebook bisa record pembaca, atau jika tidak memiliki website, bisa juga memanfaatkan facebook canvas.

Strategi brand awareness Coffee Shop

Konten video bisa banyak macam, tapi pastikan video tersebut bisa membangun khayalan si penonton apa yang akan dia rasakan ketika datang ke coffee shop. Sebagai contoh, coffee shop ini menggunakan video berikut:

Begitupun jika kita mau menggunakan konten artikel, pastikan itu bisa menciptakan imaginasi mereka dan berkata “ah kereen ni tempat! gue mesti nyobain ni“. Foto-foto suasana coffee shop harus dibikin menarik dan high resolution.

2. Consideration

Seperti di penjelasan marketing funnel sebelumnya, di tahap ini objective-nya adalah follow up audience yang engage dengan iklan video/artikel. Sebagai contoh, pencinta kopi di radius 10 miles dari lokasi coffee shop ini ada 500.000 audience. Selama berlangsungnya campaign di tahap awareness, terjaring 50.000 audience yang menonton video atau membaca artikel. Nah, 50.000 inilah yang kemudian ditargetkan kembali alias retargeting di campaign tahap consideration dengan iklan hard selling promo diskon 20% dengan cara install aplikasi dan ambil kode vouchernya. *CTA lebih baik gunakan “Install”

Strategi selling coffee shop
Jika member aplikasi sudah mencapai 1.000, kita bisa gunakan fitur Look Alike Audience, mencari orang-orang yang mirip dengan member aplikasi di Facebook. Lalu targetkan iklan yang ada di tahap awareness.

3. Purchase

Dari 50.000 audience di tahap consideration, didapatlah 1.000 member aplikasi. Mereka sudah berhasil mendapatkan kode voucher diskon 20%. Problemnya, biasanya mereka tidak langsung pergi ke coffee shop. Karena itulah, di tahap purchase ini, kita encourage mereka untuk segera berbelanja ke coffee shop. Iklan ini hanya muncul ke 1.000 orang itu saja. Konten iklan, bisa dibuat dengan mengapresiasi mereka dan lebih bagus lagi ditambah sense of urgency, misal kode voucher berlaku hanya 1 minggu sejak mereka terdaftar di aplikasi. Campaign yang digunakan yaitu Store Visits agar mereka bisa langsung “get direction” ke aplikasi peta yang ada di smartphonenya.

Strategi selling coffee shop

4. Build Loyalty

Dari 1.000 calon customer yang sudah menjadi member aplikasi, ternyata ada 500 yang kemudian memanfaatkan kode vouchernya untuk berbelanja di coffee shop.  Nah, agar kemudian loyalty terbangun, strategi selanjutnya yang bisa kita gunakan adalah menerapkan program loyalty customer, bisa dalam bentuk promo khusus untuk customer yang berbelanja (ke 500 member yang sudah berbelanja tadi), yaitu sebagai contoh buy 1 get 1 free ataupun kumpulkan poin untuk kemudian bisa di-redeem ke voucher diskon ataupun free gift. Kontenya bisa seperti gambar di bawah ini:

strategi loyalty program coffee shop

 

Kurang lebih seperti itulah salah satu strategi Facebook Ads yang bisa Anda terapkan di bisnis Coffee shop. Strategi diatas berjalan paralel. Sekali orang sudah menonton video, bisa langsung retarget dengan iklan di tahap-tahap selanjutnya. Jadi bukan strategi awareness dulu jalan 1 bulan, baru kemudian tahap consideration jalan, tapi bersamaan. Jadi prinsipnya jangan biarkan hot prospect menjadi cold prospect. Juga strategi diatas bisa Anda kolaborasikan dengan strategi lainnya, misalnya Google Ads, Youtube Ads, dan lainnya.

Well, segitu dulu sharingnya. Semoga ilmu sederhana ini bisa membantu Anda mengembangkan bisnis coffee shopnya. Jika ada pertanyaan ataupun tambahan, silahkan isi kolom komentar dibawah.

 

Best regards

Mirfagah Iqbal
About me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.