Tidak perlu menggunakan strategi digital marketing yang rumit untuk bisa mendatangkan sales di toko offline. Dengan ide yang sederhana, hal itu bisa dengan mudah diraih. Andapun bisa mempraktikkannya sendiri.
Ini saya kasih contoh case study nya
Sedikit cerita, saya dan tim di NEO Digital pernah mengeksekusi beberapa project sejenis yang hasilnya luar biasa ke performance toko offline. Contohnya, ada salah satu client setia kita, tidak sebut nama, yang pasti produsen alat musik paling terkenal di Indonesia (bisa dikatakan market leader), penasaran sekali mengenai efektifitas online terhadap peningkatan penjualan di toko offline. Lalu dibikinlah 1 online activation selama 1 bulan, berjalan di Facebook dan Instagram. Hasilnya, boom! 600 gitar laku. Cost Per Sales hanya Rp83.000 dengan harga gitar di atas Rp 1 juta. Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang didapat, sangat luarbiasa. Kabarnya, gara-gara ini, top management yang ada di Indonesia, diminta oleh kantor pusatnya untuk dibuatkan presentasi case study kesuksesan dari campaign ini.
Ada lagi cerita lain yang tidak kalah menarik, salah satu client yang bermain di bidang toko pekakas rumah tangga (saingan Ace Hardware dan Miniso) ingin sekali menaikkan penjualan di salah satu cabang tokonya di kota Bandung dengan promo setiap pelanggan berbelanja di atas Rp100.000 akan mendapatkan payung cantik (walau klise, cukup ampuh merayu emak-emak). Dengan budget tidak mencapai Rp 1 juta dengan hanya running selama 3 hari (waktu itu promonya hanya berlangsung di weekend), penjualan naik 17%. Angka yang cukup besar dibandingkan dengan biasanya yang hanya terjadi kenaikan 0 – 5% saja.
Masih kurang? baiklah, saya kasih contoh 1 lagi. Client ini bermain di industri toko retail (fashion), kompetitor terdekatnya adalah Matahari Department Store, mau mengadakan promo belanja Rp500ribu, cashback Rp200.000 di akhir tahun (promo yang umum terjadi di toko retail menjelang akhir tahun), khusus di salah satu cabangnya di Summarecon Mall Bekasi. Sebelumnya, dia pernah melakukan promo sejenis, diiklankan di Facebook dan Instagram, namun hasilnya tidak ngefek. Karena itu, dia mau mencoba lagi, “masak iya iklan di Facebook dan Instagram gak nendang sama sekali”. Ditunjuklah NEO Digital sebagai agency yang dipercaya untuk menjalankan campaign tersebut. Benar sekali, setelah campaign berakhir, feedbacknya sangat positif. Dari survey yang dilakukan ke sebagian pelanggan toko yang melakukan pembelian mengatakan dapat info dari Facebook dan Instagram, luar biasa!. Efeknya baiknya buat NEO, sampai sekarang kita dipercaya untuk handle ads campaignnya.
Nah, dari ketiga cerita tersebut, sebenarnya ada 1 hal selain konten promo yang menjadi kunci utama kenapa bisa berhasil meningkatkan penjualan di offline, yaitu strategi iklan facebook dengan target lokal dan personalized marketing. Maksudnya, iklan berjalan hanya ditargetkan di sekitar lokasi toko (paling tidak 10 miles dari toko), sehingga kemungkinan tingkat kunjungan potential customer sangat tinggi, jaraknya dekat dan mereka tahu lokasinya (secara tinggal di sekitar sana).
Bagaimana memulainya?
Terlebih dahulu petakan audience mana yang ingin ditargetkan, kemudian buat konten promo ataupun jika niche market, bisa dengan solusi produk yang benar-benar mereka cari, karena biasanya di pasar ini mereka tidak begitu melihat harga jika memang produknya susah dicari. Intinya pendekatannya disesuaikan dengan market. Setelah itu, seperti biasanya, buat marketing funnel, apa yang akan dilakukan untuk menginformasikan promo dan encourage them to visit store. Sebagai case study, saya ambil contoh Star Department Store,


