Hidup Untuk Berkerja Atau Hidup Untuk Keluarga

Hidup untuk bekerja atau hidup untuk keluarga

Hidup Untuk Berkerja Atau Hidup Untuk Keluarga?. Mungkin banyak orang pekerja dan sudah memiliki anak akan mengatakan “Ya saya berkerja untuk keluarga, untuk siapa lagi coba”. Yap, itu benar, kita bekerja untuk keluarga. Namun jika sebagian besar waktu habis untuk bekerja dan waktu untuk membesarkan anak, berkumpul bersama semakin berkurang, apakah itu masih dianggap demi keluarga atau obsesi pribadi untuk mengejar karir dan kesuksesan? coba renungkan kembali.

Saya memiliki pendapat berbeda mengenai hal ini. Kita bekerja itu memang didedikasikan untuk keluarga tercinta dan orang-orang di sekitar kita yang sangat dicintai serta mereka yang perlu bantuan.  Namun harus dibedakan jelas yang mana itu obsesi mencari kepuasan pribadi dengan kepetingan keluarga.  Kepuasan pribadi biasanya muncul karena obsesi pribadi untuk diri sendiri, sebagai contoh saya ingin mengejar karir, menjadi orang sukses, uang melimpah dengan bisnis dimana-mana atau menjadi orang terkenal. Sehingga dia akan mati-matian untuk mengejar itu dan berlahan melupakan kepentingan utama yaitu keluarga.

Menurut saya, hidup untuk keluarga itu ya benar-benar visi hidup untuk itu. Memberikan kebahagian untuk keluarga tercinta. Hidup kita ini tidak bisa ditebak kapan akan berakhir. Karena itulah sangat disayangkan sekali kalau waktu kita hidup hanya habis untuk berkerja dan mengejar obsesi pribadi untuk kepuasan pribadi. Momen yang paling indah dalam hidup ini adalah sebagian waktu besar kita habis untuk memberikan kebahagiaan untuk banyak orang yang kita cintai terkhusus keluarga kita sendiri.

Note:  Anak-anak kita perlu seorang figur orangtua yang selalu ada, mensupport, melindungi, mendidik, dan tak habis-habisnya mencurahkan cinta kasih sayang. Kalau waktu kita habis untuk berkerja dan berkerja, lalu bagaimana nasib anak yang sangat butuh kehadiran orangtuanya setiap hari, terutama ketika mereka masih kecil. Jangan sampai banyaklah bibik di rumah yang menggantikan sebagian waktu untuk menggantkan orangtua.

@mirfagahiqbal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s