Jangan Cari Investor Yang Kasih Duit Doang!

Carilah Investor yang saling menguntungkan

Saat ini banyak sekali para pengusaha pemula mencari investor yang bisa memberikan mereka dana segar dengan anggapan dengan adanya dana tersebut mereka bisa membesarkan bisnisnya. Saya sebenarnya tidak begitu mengerti kenapa banyak sekali orang-orang sibuk mencari pendanaan dari pada fokus bagaimana usahanya bisa berjalan terlebih dahulu dan mencari investor ketika waktunya benar-benar tepat. Banyak dari mereka sibuk mencari pendanaan padahal mereka belum mencoba terlebih dahulu dengan yang namanya berjuang dengan kemampuan diri sendiri.

Setidaknya mereka berusaha untuk mandiri dari awal dengan menjadi bootstrapper hingga memutuskan mencari investor dengan alasan keputusan strategis.

Oke, jika memang pendanaan sangat diperlukan, setidaknya satu hal yang harus diyakini adalah karena keputusan strategis bukan hanya melihat dananya saja. Jangan cari investor yang cuma kasih duit doang, karena itu akan sangat tersiksa kecuali kalau benar-benar bisa mengelola dana dan benar-benar menguasai cara main bisnis tersebut. Ingat, investor yang cuma kasih duit doang tidak melakukan apa-apa kecuali memberikan dana dan selalu meneror dengan “Gimana keuntungan yang telah dijanjikan? kapan bisa dibagi keuntungannya?”.

Lalu seharusnya bagaimana?

Jika memang memerlukan seorang investor, carilah investor yang bisa diajak kerjasama saling menguntungkan atau istilah kerennya strategic partnership. Dimana bukannya hanya dana yang akan didapatkan, namun juga aset yang dimilikinya (bisa intangible atau tangible). Sebagai contoh, jaringan bisnisnya, jaringan kenalannya, mentorship, atau hal lainnya yang bisa terciptanya value chain. Apa itu value chain? simplenya seperti ini, lihat yang dilakukan oleh grup Astra. Orang membeli mobil Daihatsu keluaran Astra Daihatsu Motor yang dijual Oleh Astra DSO, kemudian menggunakan jasa pembayaan ACC serta dipromosikan pula menggunakan asuransi Garda Oto. Setiap perusahaan tersebut bisa saja saling mendukung satu sama lain, sehingga mereka bisa saling menguntungkan. Dan semuanya adalah 1 grup dibawah naungan Astra International. Inilah yang namanya disebut value chain dimana satu perusahaan dengan perusahaan lain dapat saling mendukung dan saling menguntungkan. Contoh lain, kita bisa lihat apa yang dilakukan oleh Trans Corp milik Chairul Tanjung. Dia memiliki Carrefour Indonesia dan Bank Mega. Agar kedua bisnis ini saling menguntungkan adalah dengan mengeluarkan kartu kredit Mega Carrefour dengan potongan-potongan diskon setiap belanja di Carrefour. Keuntungannya, penjualan Carrefour semakin meningkat dengan adanya program diskon yang dikeluarkan oleh kartu kredit bank Mega dan sebaliknya pengguna kartu kredit Bank Mega semakin meningkat pula. Inilah namanya kerjasama yang saling menguntungkan.

Oke balik lagi ke masalah investor. Jadi ketika kamu memutuskan untuk memilih seorang investor yang tepat, pastikan itu strategic partnership. Lalu bagaimana memilihnya? mudah saja, lihat dulu kelemahan  yang kamu miliki namun berpotensi besar akan berdampak bagus bagi bisnis jika itu terselesaikan. Sebagai contoh kamu sudah mengembangkan bisnis travel online. Sebenarnya usaha kamu sudah memberikan cashflow yang positif. Hanya saja usaha kamu mentok untuk bisa ekspan lebih luas lagi karena keterbatasan jaringan bisnis dan tentu dana. Saat inilah saya rasa, kamu sudah tepat untuk memikirkan mencari investor yang bisa membantu bisnis kamu berkembang sesuai dengan yang kamu harapkan dan kamu yakin juga bahwa kelebihan bisnis yang kamu miliki bisa membantu bisnis dia berkembang pesat pula. So, carilah investor strategis yang kamu yakini bisa membantu bisnis kamu on the best track. Bisa jadi berkerjasama dengan pemain travel besar yang telah memiliki jaringan bisnis yang besar atau juga dengan perusahaan di industri penerbangan (mungkin saja.. :D).

Membangun bisnis dengan melibatkan investor adalah waktu ketika kamu siap dengan kerja dibawah tekanan dan target yang ketat. Jika sebelumnya belum pernah berbisnis atau juga minim sekali pengalaman dalam mengelola bisnis dan tentunya uang, akan sangat sulit sekali untuk berkembang. Jika memang kenyataan seperti itu, so carilah investor yang bisa menjadi mentor yang bisa maju bersama untuk visi yang sama. Jangan cuma kasih duit doang, lalu nagih melulu seperti rantenir. Yang lebih mengerikannya lagi, kalau duit itu adalah hidup matinya dia alias hidup dia sangat bergantung dari duit tersebut dan sangat berharap usaha yang kamu kembangkan dapat membiayai hidup dia dan keluarganya. Itu sangat tidak bagus. Kecuali kalau kamu seorang yang sangat berpengalaman dan yakin bisa mengelola dana tersebut secara benar. Tapi kenyataannya banyak pengusaha pemula tidak memiliki kemampuan itu.

Best regards

@mirfagahiqbal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s